Surat Jiwa 2

surat jiwa 2

surat jiwa 2


Kekhawatiranku tentang perjalananmu pulang sendiri meresahkan jatungku, detaknya seribu kali lebih cepat. kutahu kau ingin ada malaikat yang menyertaimu pulang. Kau Tanya dan kujawab tidak! Aku tak bisa.

Sepanjang waktu yang mengalir lambat mengeluarkan keringat dingin tentang cerita takut itu. Seorang ibu yang ditinggalkan anaknya berlayar ke sebrang. Berkali-kali melihat jam dinding dengan resah. Seperti itulh saat itu. Kulawan berontak waktu. Sebelum kakiku melangkah. Kaki-kaki jiwaku berlari lebih dulu. Sebelum mulutku mengatakan sebuah kata. Mulut-mulut jiwaku lebih dulu bertanya kau dimana. Wlaupun tak dapat kudengar jiwamu bicara apa.

Keresahan memperebutkan jiwaku yang kini semakin takut. Aku takut kalau kau pergi tanpa edikitpun melihat peluhku yang berlari mengejarmu. namun, aku lebih takut kalau kau pergi dengan membawa rasa kalau aku tak peduli. Aku yang kini memacu pacuan waktu dengan langkah tertatih tanpa sepatu.

Langkahku pun terhenti melihat sebuah bis berlari. Dari tempat kumenatapnya kau bilang “aku sudah pergi.” Kukatakan “aku sudah disini.” Semuanya terlambat. Kepingan waktu telah membawamu lebih dulu.

 Copyright ©2014. Surat Jiwa

0 comments: (+add yours?)

Post a Comment