Surat Jiwa 1

surat jiwa 1

surat jiwa 1


Akhir akhir ini kurasakan tembok yang membentang begitu tinggi, tak mampu jiwaku memanjat. Baru satu langkah kuterjatuh. Kesenanganku sat mendengar manjamu dari telingan besi yang kupasang di telingaku, bisiknya mampu menggaung hingga ujung mataku melihat tikungan di hati. Sungguh kerinduan bagai jerat jala sang nelayan memenjara ikan tangkapannya. Andai kapal yang membawaku pergi, dia kembali menjemputku atau aku yang berenang menyebrang tanpa kapal dan dayung. Hanya kerinduan yang mampu jadi pelampung yang mengapungkan jiwaku dalam raga yang tenggelam. Karam tertindih karang. Namun jiwaku puas walau hanya melihat seberkas senyuman lalu kupergi.

 Copyright ©2014. Surat Jiwa

0 comments: (+add yours?)

Post a Comment